...

Cara Investasi Saham Lengkap dengan Tahapannya

√ 11 Tips Cara Investasi Saham Lengkap dengan Tahapannya

Cara investasi saham kini banyak diminati masayarakat. Saham merupakan investasi jangka panjang yang begitu menjanjikan. Dengan cara investasi saham, seseorang bisa mengelola uangnya menjadi investasi menguntungkan di masa depan.

Cara investasi saham mungkin akan terlihat rumit bagi pemula. Namun, jika dipelajari dengan baik, cara investasi saham bisa sangat bermanfaat bagi rencana keuangan di masa depan. Itulah mengapa mempelajari dasar-dasar cara investasi saham sangat penting.

Cara investasi saham kini bukanlah hal yang sulit bahkan bisa dipantau secara online. Berikut cara investasi saham, dirangkum dari berbagai sumber

Untung Rugi Investasi Saham

Secara umum keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli saham atau keuntungan investasi saham adalah mendapatkan dividen dan capital gain.

Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Sedangkan capital gain adalah didapatkan investor ketika menjual saham lebih tinggi dari harga aslinya.

Dengan kata lain, capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual suatu saham. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Sementara risiko dari investasi saham adalah capital loss (kebalikan dari capital gain) dan risiko likuidasi.

Capital loss adalah suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Sedangkan risiko likuidasi apabila perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan.

Cara Investasi Saham dan Tahapan – tahapannya

1. Pelajari Ilmu Saham

Saham merupakan salah satu produk pasar modal yang menjadi salah satu instrumen investasi untuk jangka panjang.

Sebelum mengetahui cara investasi saham, penting mengetahui apa itu saham. Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan.

Perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia disebut Perusahaan Tercatat. Satuan pembelian saham adalah lot. Satu lot berarti 100 lembar saham. Dengan membeli saham perusahaan, maka kita menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Penting juga memahami keuntungan dan risiko yang biasa terjadi di dalam investasi saham. Berinvestasi, bagaimanapun, juga disertai dengan risiko kerugian.

Dengan mengetahui risiko ini kamu lebih siap menghadapi apapun yang akan terjadi ke depannya. Sebab, semakin besar keuntungan maka akan semakin besar pula risiko yang mungkin terjadi.

Pengetahuan awal mengenai dunia investasi saham, bisa dimulai dari pengetahuan dasar, yaitu kapan harus membeli dan kapan harus menjual saham.

Mengenai kapan waktu yang tepat untuk membeli saham, bisa dilihat dari dua hal yaitu berdasarkan analisis fundamental dan teknikal.

Analisis fundamental adalah mengacu pada analisa melalui pendekatan kondisi ekonomi, politik, atau bahkan melihat tren perkembangan usaha yang ada. Analisis fundamental salah satunya bisa dilihat dari laporan keuangan perusahaan.

Sementara analisa teknikal adalah analisa saham melalui pendekatan pergerakan saham itu sendiri pada suatu rentang waktu, termasuk didalamnya adalah harga dan fluktuasinya, serta informasi mengenai titik tertinggi dan terendah dari suatu saham.

Perlu diingat, harga disini bukan semata-mata harga yang murah, tapi harga saham dari perusahaan yang pantas untuk dibeli.

Selanjutnya, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham. Misalnya profil dan tingkat likuiditas perusahaan, fluktuasi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tren market, Return of Equity (ROE) atau laba dari investasi pemegang saham di perusahaan tersebut, sales atau penjualan, dan Earning per Share (EPS) Growth.

Selain memperhatikan poin-poin penting di atas, strategi juga menjadi salah satu hal penting. Terdapat 3 strategi dalam membeli saham yaitu:

  • Buy On Weakness yaitu membeli ketika harga saham sudah turun ke level tertentu yang aman untuk dibeli.
  • Buy If/On Breakout yaitu membeli ketika harga saham berhasil menembus level tertentu atau naik menembus resistance (level tertingginya).
  • Buy on Retracement yaitu membeli saham setelah terjadi breakout atau harga bawah. Saham yang berhasil breakout pada umumnya akan langsung mengalami kenaikan yang kencang,

Setelah mengetahui kapan harus membeli saham, investor juga harus paham kapan waktu yang tepat untuk menjual saham yang dimiliki.

Waktu yang tepat dalam menentukan saat untuk menjual saham adalah tentunya ketika harga sedang naik atau disebut juga profit taking.

2. Siapkan Dana Minimal

Cara investasi saham yang pertama adalah menyiapkan dana minimal. Siapkan uang khusus minimal Rp 1-2 juta. Usahakan dana yang digunakan adalah dana yang diniatkan untuk diinvestasikan. Memisahkan dana investasi dengan dana sehari-hari menjadi salah satu pengaturan keuangan yang penting.

3. Tentukan Perusahaan Sekuritas

Perusahaan Sekuritas adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk dapat melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, atau kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pengawas Pasar Modal.

Untuk pemula, bisa memilih perusahaan sekutitas yang memperbolehkan setorang awal paling tidak di bawah Rp 5 juta. Penting juga mempertimbangkan biaya transaksi yang ditawarkan.

Di sini kamu bisa mulai memilih perusahaan sekuritas yang menawarkan biaya transaksi paling rendah.

4. Buka Rekening Efek di Perusahaan Sekuritas Pilihan

Adapun langkah-langkah atau cara memulai investasi saham adalah sebagai berikut :

  • Siapkan dokumen berupa KTP, NPWP (jika ada), buku tabungan, dan meterai.
  • Datang ke kantor perusahaan sekuritas terdekat atau bisa mendaftar secara online (Aplikasi yang disiapkan perusahaan sekuritas biasanya dapat diunduh di Google Play Store maupun App Store).
  • Untuk daftar perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia dan melayani transaksi jual beli saham di BEI bisa dilihat di situs resmi Bursa Efek Indonesia.
  • Isi formulir pendaftaran sebagai investor pasar modal yang disediakan oleh perusahaan sekuritas.
  • Jika pendaftaran sudah diproses, investor akan diberikan akses untuk masuk ke akun dashboard untuk melakukan transaksi jual beli saham milik perusahaan sekuritas, seperti PIN transaksi, password, dan user ID.
  • Setelah semua proses pendaftaran selesai, investor dapat langsung mentransfer sejumlah dana ke rekening dana nasabah (RDN) untuk melakukan pembelian dan penjualan saham.
  • Masing-masing perusahaan sekuritas memiliki ketentuan yang berbeda-beda untuk besaran dana awal yang harus disetorkan.
  • Anda sudah dapat membeli saham, tentunya saat jam bursa yaitu Senin – Jumat, sesi I pukul 09.00 WIB sampai 11.30 WIB. Sesi II, pukul 13.30 WIB sampai dengan 15.00 WIB.

Sebagai catatan, minimum pembelian saham adalah 1 lot. Menurut aturan BEI, 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Jika harga saham A adalah Rp 100, maka Anda harus menyiapkan dana minimal Rp 100.000.

Untuk diketahui, rekening dana investor (RDI) atau rekening dana nasabah (RDN) adalah rekening di bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas yang digunakan untuk keperluan transaksi jual beli saham oleh investor.

Di rekening ini nantinya kamu akan menyetor uang. Dengan uang ini kamu bisa membeli saham yang kamu inginkan. Cara membuka rekening di perusahaan sekuritas adalah:

  • Mengisi formulir yang telah disediakan oleh pihak Perusahaan Sekuritas, yaitu formulir Pembukaan Sub Rekening Efek dan formulir Rekening Dana Investor (RDI).
  • Memberikan dokumen yang diperlukan, seperti : fotocopy KTP yang berlaku dan (jika ada) NPWP serta fotocopy bagian depan buku tabungan yang akan didaftarkan dalam formulir Pembukaan Sub Rekening Efek.
  • Setoran dana awal ke rekening di bank RDI atas nama calon investor saham. Masing-masing broker menentukan deposit berbeda-beda. (dimulai dari Rp. 100.000,-)
  • Setelah disetujui, selanjutnya investor sudah siap bertransaksi.

5. Pilih Perusahaan Publik yang Tepat

Cara investasi saham selanjutnya adalah memilih perusahaan publik yang bisa dibeli sahamnya. Pastikan untuk berinvestasi saham pada perusahaan publik yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Daftar perusahaan ini bisa dilihat langsung di laman BEI.

Kamu bisa memilih perusahaan BUMN yang menawarkan saham modal kecil. Perusahaan seperti BUMN ini memiliki reputasi baik dan risko rendah untuk mengalami penurunan. Jangan memilih saham perusahaan yang nilainya naik turun. Jenis saham seperti ini bisa mudah dimanipulasi investor dengan modal besar.

6. Mulai Memilih Saham

Sebelum membeli saham tersebut cara investasi saham selanjutnya adalah jangan lupa untuk memilih jenis saham yang paling menguntungkan. Selain menguntungkan, saham tersebut juga harus memiliki risiko yang rendah.

Kondisi mengenai risiko saham tersebut bisa kamu lihat dari kondisi perusahaannya, grafik harga saham perusahaan tersebut, serta juga bisa meminta masukan dari perusahaan sekuritas yang kamu percaya untuk memilih saham terbaik.

7. Pilih Satu atau Dua Perusahaan Publik

Kamu bisa mencari saham dengan harga di bawah Rp 1000 perlembarnya. Sebagai pemulaan, satu atau dua saham perusahaan saja sudah cukup. Cara investasi saham dengan modal kecil ini berguna untuk memperkecil risiko kegagalan.

8. Pilih Indeks Saham yang Tepat

Indeks saham merupakan portofolio imaginer yang mengukur perubahan harga dari suatu pasar atau sebagian dari pasar tersebut.

Pada saat indeks saham bergerak naik, berarti harga sebagian besar saham-saham yang diukur oleh indeks tersebut bergerak naik. Sebaliknya, apabila indeks saham bergerak turun, maka sebagian besar saham-saham konstituen indeks bergerak turun.

Bagi pemula, kamu bisa memilih saham-saham yang tergabung dalam pada indeks LQ45 atau IDX30. Indeks LQ45 merupakan indeks yang mengukur performa harga dari 45 saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

9. Cara Beli dan Jual Saham

Untuk pembelian saham, investor harus menyiapkan dana sesuai harga saham dan membayar biaya transaksi untuk perusahaan sekuritas (fee broker).

Sedangkan untuk penjualan saham, total dana yang didapat investor adalah nilai sesuai harga jual saham dikurangi biaya transaksi dan PPh.

Biaya transaksi tersebut berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas, namun umumnya 0,2—0,3% dari nilai transaksi pembelian saham (termasuk PPN) dan ditambah PPh 0.1% khusus untuk transaksi penjualan saham.

10. Pantau Pergerakan Harga Saham

Pergerakan harga saham ditentukan oleh supply dan demand atas saham tersebut. Jika demand meningkat maka harga saham akan naik, begitu juga sebaliknya.

Faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga saham di antaranya adalah pergerakan suku bunga bank, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, kinerja perusahaan, dan faktor non-ekonomi, seperti kondisi sosial dan politik.

Ada beberapa cara untuk memantau pergerakan saham. Setiap Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek secara aktif akan memberi informasi kepada nasabahnya seputar kondisi pasar saham serta rekomendasi saham-saham yang potensial untuk dibeli atau dijual.

Disamping informasi yang diberikan, kita juga sebaiknya aktif memantau pergerakan harga saham yang kita pegang melalui Informasi dari Televisi, Internet, Koran/Harian, dan dari Radio.

11. Pantau Pergerakan Ekonomi

Kondisi ekonomi termasuk salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan saham. Maka dari itu, penting mengetahui pergerakan ekonomi sekecil mungkin. Jika kondisi pasar sedang normal, kamu bisa mulai untuk berinvestasi saham baru.

Sebaliknya, jika kondisi pasar sedang memburuk kamu bisa menahan diri untuk membeli atau menjual saham. Memahami sentimen pasar juga penting dilakukan. Sentimen pasar juga bisa menjadi faktor naik turunnya saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *