...

Apakah Trading Forex Halal

Apakah Cari Cuan dengan Trading Forex Halal Menurut Islam?

Trading memang salah satu jalan ninja buat cepat dapat cuan, salah satunya trading foreign exchange atau forex. Hanya saja, banyak pula yang mempertanyakan keabsahan trading forex menurut Islam beserta hukum halal dan haramnya.

Spekulasi mengenai hukum syariah dari berdagang mata uang sering kali berakhir abu-abu. Perbedaan pandangan mengenai statusnya di mata syariah sering membuat calon investor ragu untuk menjajal pasar valuta asing ini.

Padahal, penggunaan valas dalam keseharian kita yang semakin tidak mengenal batas ini sudah semakin masif. Pasar valas tidak lagi jadi arena spekulasi semata, melainkan juga pasar di mana kita menukar uang yang betul-betul akan kita gunakan.

Rancunya hukum syariah yang menaungi aktivitas trading valas perlu diluruskan supaya kamu tidak lagi ragu menyoal halal haramnya trading forex.

Trading Forex Menurut Islam

Forex menurut Islam dapat dinyatakan halal jika tidak mengandung tiga unsur haram: riba atau bunga, gharar atau ketidakpastian dan qimar yaitu spekulasi.

Memang, para ulama dan ahli keuangan syariah memang masih banyak berbeda pandangan mengenai transaksi forward dan swap. Namun, dapat ditarik benang merah bahwa transaksi ini bisa halal jika memenuhi unsur kemaslahatan.

Konsensus internasional mengenai prinsip syariah memiliki tinjauan lebih jauh mengenai praktik hedging dan swap yang sudah jadi kebutuhan primer di era ini. Dilansir dari laman resmi Financial Islam, beberapa bank syariah yang menggelar pasar forex menerapkan prinsip syariah untuk melaksanakan transaksi valuta asingnya.

Prinsip ini dilakukan dengan menghindari tiga unsur yang paling dihindari dalam transaksi keuangan sebagaimana disebutkan di atas.

Ketiganya memiliki unsur subjektivitas bergantung pada konteks transaksi dilakukan. Karenanya, forex menurut Islam dapat dinyatakan halal bergantung pada konteks mana transaksi tersbeut dilakukan.

Hedging yang dilakukan dengan kontrak berjangka oleh bank tidak lagi dipandang sebagai spekulasi, melainkan mekanisme untuk mereduksi gharar atas volatilitas pasar valas dunia.

Dengan memenuhi prasyarat syariah seperti non-spekulasi semata, praktik hedging tidak lagi dikategorikan dalam praktik perbankan syariah.

Selain itu, praktek swap juga telah dilakukan oleh perbankan syariah dengan berbasis akad syariah seperti wa’ad (pengikatan), murabahah (perjanjian jual beli), musawamah (jual beli dengan harga yang disepakati setelah tawar menawar) dan tawaruq (membeli secara kredit lalu menjualnya lagi dengan metode pembayaran kontan).

Akad-akad yang jelas dalam praktik jual beli menjamin kedua belah pihak tidak dirugikan atas transaksi yang terjadi. Karenanya, transaksi ini jadi memenuhi unsur syariah.

Apakah Trading Forex Halal Menurut MUI?

Jika konsensus internasional mengenai prinsip syariah bisa “menghalalkan” trading forex, lantas bagaimana dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

Hingga saat ini, MUI hanya memberi label halal kepada satu dari tiga jenis transaksi valas yang lazim dilakukan, yakni transksi spot. Transaksi ini dianggap tunai meski penyelesaiannya membutuhkan waktu dua hari karena rumitnya mekanisme transaksi internasional ini.

Meski begitu, transaksi spot yang dimaksud MUI tetap saja melibatkan dua jenis transaksi lainnya yakni forward dan swap terkait mekanisme bank mergulasi valas yang merupakan cadangan devisanya.

MUI memerlukan tinjauan lebih jauh lagi agar fatwa ini tidak rancu mengingat luasnya dunia keuangan dan pesatnya perkembangan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *